Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Kok Lagu Ini Muncul Terus di TikTok? Ternyata Ada Strateginya

Kok Lagu Ini Muncul Terus di TikTok? Ternyata Ada Strateginya

Siska
Siska
calendar_today
schedule 6 min read

Pernah merasa heran mengapa sebuah lagu tiba-tiba terdengar di mana-mana di TikTok?

Pagi hari Anda mendengarnya dalam video seorang kreator. Siang hari lagu yang sama muncul sebagai backsound video kuliner. Malamnya muncul lagi dalam video traveling. Besok, sound tersebut terdengar lagi dari akun yang sama sekali berbeda.

Awalnya mungkin terasa biasa.

Tetapi setelah mendengarnya berkali-kali, Anda mulai hafal bagian lagunya.

Bahkan tanpa sadar Anda mulai penasaran:

“Ini lagu siapa?”

Fenomena seperti inilah yang membuat TikTok menarik untuk promosi musik. Sebuah lagu tidak harus hanya dipromosikan melalui akun penyanyinya. Sound yang sama dapat digunakan oleh banyak kreator untuk membuat berbagai jenis video.

Karena itu, salah satu strategi memperkenalkan lagu di TikTok adalah bukan sekadar mengejar view, melainkan memperbanyak orang yang menggunakan sound tersebut.

Kenapa Banyak Lagu Bisa Terasa Tiba-Tiba Populer?

Sebuah lagu dapat terasa populer ketika kita sering menemukannya.

Misalnya hari ini Anda mendengar satu kali.

Besok tiga kali.

Beberapa hari kemudian sound tersebut muncul lagi melalui kreator berbeda.

Semakin sering terdengar, semakin familiar melodinya.

Itulah sebabnya dalam promosi musik di TikTok ada pertanyaan yang tidak kalah penting dari “berapa view videonya?”

Pertanyaannya adalah:

“Berapa banyak video yang menggunakan sound tersebut?”

Karena satu sound dapat berkembang menjadi puluhan, ratusan, bahkan lebih banyak video.

Satu Lagu Jangan Hanya Punya Satu Video

Bayangkan seorang penyanyi baru saja merilis lagu.

Kemudian ia membuat satu video TikTok.

Walaupun videonya menarik, lagu tersebut masih bergantung pada satu titik distribusi.

Sekarang bayangkan kondisi berbeda.

Ada 100 kreator membuat 100 video menggunakan sound yang sama.

Kreator pertama membuat video dance.

Kreator kedua membuat video bersama pasangan.

Kreator ketiga membuat video kuliner.

Kreator keempat membuat konten fashion.

Kreator lainnya membuat traveling, komedi, olahraga, storytelling, dan berbagai konsep berbeda.

Sekarang sound tersebut mempunyai 100 titik distribusi.

Konsepnya sederhana:

1 Lagu → 1 Sound → Banyak Kreator → Banyak Video → Banyak Kesempatan untuk Didengar.

Mulai dari Potongan Lagu yang Tepat

Tidak perlu langsung mempromosikan seluruh lagu.

Justru cari bagian yang paling mudah dikenali.

Pilih sekitar 15–30 detik.

Bisa bagian chorus.

Bisa beat drop.

Bisa lirik yang emosional.

Bisa bagian yang menyenangkan untuk dance.

Bisa pula potongan lirik yang cocok dijadikan POV atau storytelling.

Pilih bagian yang membuat orang ingin mendengarnya lagi.

Sound tersebut kemudian menjadi materi utama untuk kampanye TikTok.

Lalu Bagaimana Mendapatkan Kreator Pertama?

Ini menjadi tantangan bagi lagu yang masih baru.

Bagaimana membuat banyak orang menggunakan sound jika lagunya sendiri belum dikenal?

Salah satu caranya adalah memberikan dorongan distribusi awal.

Di sinilah Kampanye Posting TikTok di RajaKomen.com dapat digunakan.

Pemilik lagu dapat membuat campaign yang meminta member RajaKomen.com membuat video TikTok menggunakan sound tertentu.

Brief-nya tidak perlu rumit.

Misalnya:

“Buat video TikTok menggunakan sound ini selama minimal 15 detik. Konsep video bebas menyesuaikan karakter akun masing-masing.”

Sertakan link sound.

Member yang mengikuti campaign kemudian membuat dan mempublikasikan videonya.

Jangan Suruh Semua Member Membuat Video yang Sama

Ini penting.

Tujuan kampanye bukan membuat puluhan salinan video identik.

Biarkan member berkreasi.

Misalnya sound yang sama digunakan untuk:

Dance, POV, kuliner, traveling, outfit, olahraga, video pasangan, komedi, before-after, tutorial, atau aktivitas sehari-hari.

Dengan demikian, sound dapat muncul secara kontekstual pada berbagai jenis konten.

Keuntungannya adalah setiap kreator mempunyai peluang menjangkau kelompok penonton yang berbeda.

Orang yang tidak tertarik dance mungkin menemukan lagu melalui video kuliner.

Orang yang tidak mengikuti konten kuliner mungkin mendengarnya melalui video traveling.

Sound yang sama berpindah dari satu kategori konten ke kategori lainnya.

Efek yang Dicari: “Kok Lagu Ini Muncul Lagi?”

Bayangkan seseorang pertama kali melihat video menggunakan sound tersebut.

Ia melewatinya.

Kemudian sound muncul lagi.

Beberapa jam kemudian muncul untuk ketiga kalinya.

Besok muncul lagi dari kreator lain.

Di sinilah familiaritas mulai terbentuk.

Dari:

“Lagu apa ini?”

menjadi:

“Sepertinya pernah dengar.”

kemudian:

“Oh, lagu ini lagi.”

hingga akhirnya:

“Siapa penyanyinya?”

Bukan berarti pengulangan otomatis membuat sebuah lagu disukai atau viral. Namun semakin banyak kesempatan untuk didengar, semakin besar pula kesempatan orang mengenali lagu tersebut.

100 Kreator Berarti 100 Kesempatan

Misalnya Kampanye Posting menghasilkan 100 video.

Jangan berharap semua video mendapatkan jutaan view.

Justru performanya kemungkinan berbeda.

Satu video mungkin mendapatkan 500 view.

Video lain mendapatkan 2.000.

Ada yang mendapatkan 10.000.

Dan mungkin ada satu video yang memperoleh distribusi jauh lebih besar.

Itulah nilai dari mempunyai banyak titik distribusi.

Anda tidak menggantungkan seluruh promosi lagu pada performa satu video saja.

Cari Konsep yang Paling Disukai Penonton

Setelah banyak video dibuat, lihat datanya.

Jangan berhenti hanya karena campaign sudah selesai.

Misalnya dari 50 video ternyata konten pasangan mendapatkan respons terbaik.

Berarti ada petunjuk bahwa sound tersebut cocok untuk tema hubungan.

Campaign berikutnya dapat memperbanyak variasi video pasangan.

Atau ternyata video transition lebih banyak mendapatkan share.

Kembangkan lagi format tersebut.

Strateginya menjadi:

Campaign → Banyak Video → Analisis → Temukan Format Terbaik → Perbanyak → Evaluasi.

Dengan cara ini, promosi berkembang berdasarkan respons nyata terhadap konten.

Dari Campaign Menuju Penggunaan Organik

Tujuan yang lebih menarik justru terjadi setelah campaign berjalan.

Orang yang bukan member campaign melihat video.

Ia menyukai sound tersebut.

Kemudian menekan tombol untuk menggunakan sound dan membuat videonya sendiri.

Tidak ada instruksi.

Tidak ada campaign.

Ia menggunakan lagu karena memang menyukainya atau merasa sound tersebut cocok untuk kontennya.

Inilah penggunaan organik yang ingin didorong.

Kampanye Posting berfungsi sebagai pemantik awal agar sound mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk ditemukan.

Jangan Lupa Arahkan ke Lagu Lengkap

Sound TikTok hanyalah pintu masuk.

Ketika orang mulai penasaran, pastikan mereka mudah mengetahui judul lagu dan nama penyanyinya.

Rapikan profil artis.

Cantumkan informasi lagu.

Sediakan jalur menuju video musik atau platform streaming resmi.

Alurnya dapat menjadi:

Melihat TikTok → Mendengar Sound → Penasaran → Membuka Profil → Menemukan Judul → Mendengarkan Lagu Lengkap.

Dengan begitu, aktivitas TikTok tidak hanya menghasilkan video, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan artis dan karya musiknya.

Jangan Cuma Upload Lagu Lalu Menunggu

Tidak semua lagu akan viral, dan tidak ada kampanye yang dapat menjamin hal tersebut.

Tetapi pemilik lagu dapat memperbesar jumlah kesempatan karyanya ditemukan.

Daripada hanya membuat satu video dan menunggu, ciptakan banyak titik distribusi.

Pilih 15–30 detik bagian lagu terbaik.

Jadikan sebagai sound.

Kemudian gunakan Kampanye Posting TikTok RajaKomen.com untuk mendorong member membuat berbagai video menggunakan sound tersebut.

Setelah itu, lihat format mana yang mendapatkan respons terbaik dan kembangkan kembali.

Strateginya sederhana:

Jangan hanya mencari banyak orang yang menonton satu video. Buat banyak video yang membuat lebih banyak orang berkesempatan mendengar lagu Anda.

Jadi, ketika suatu hari seseorang bertanya:

“Kok lagu ini muncul terus di TikTok?”

Bisa jadi di baliknya terdapat strategi distribusi yang membuat satu sound hadir melalui banyak kreator, banyak video, dan banyak audiens.